Mahluk terlaknat yang diberikan wewenang oleh Allah SWT
untuk menyesatkan manusia, dan hidup hingga hari kiamat sudah tidak asing lagi
dalam memori kita, ia adalah leluhur dan raja dari bangsa jin yang mengikuti
jejaknya. Dialah yang menyebabkan nabi Adam dan siti Hawa harus hengkang dari
surga turun ke dunia. Dan kaum hawa harus mengeluarkan darah haid setiap
bulannya karna siti Hawa memakan buah khuldi.
Sebagaimana seorang raja, Iblis juga mempunyai istana
beserta singgasana yang megah sebagai penguasa di dunia kegelapan. Dari sanalah
Iblis menyebar luaskan pasukannya ke seluruh penjuru dunia untuk menggoda dan
menyesatkan anak cucu adam, mereka mampu meliahat manusia tanpa harus terlihat
oleh manusia.
Iblis adalah mahuk yang sombong, karna keangkuhannya atas
perintah Allah, Dia diusir dari surga dan diberikan kekuasaan atas
kesombongannya. Itulah kemurahan Allah SWT terhadap semua mahluqnya, Dan dengan
tegas Allah memperingatkan ke seluruh anak adam bahwa syaitan adalah musuh yang
nyata. Dan barang siapa yang taat kepada Allah maka dia akan selamat dari
godaan Iblis dan para pengikutnya karna keberadaan Iblis adalah suatu bentuk
ujian bagi hamba-hambaNya.
Sebagai implementasi atas keimanan kita, maka kita sangat
perlu mengkaji sabda rasulullah saw yang telah menjelaskan keberadaan alam gaib
dan istana iblis, “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya diatas benda
cair (air), kemudian dia menugaskan anak buahnya. Yang memperoleh kedudukan
tinggi disisinya adalah yang paling sukses menggoda manusia. Ada salah satu
anak buahnya dating melapor ‘Saya sudah berbuat begini dan begitu’. Maka Iblis
menjawab, ‘Kamu tidak berbuat apa-apa’. Kemudian anak buahnya yang lain dating
melaporkan, ‘Tidak, saya biarkan si Fulan (seseorang) sehingga aku menceraikan
dia dengan istrinya’. Maka Iblis menyuruhnya mendekat dan berkata ‘Kamu anak
buahku yang terbaik”. Al-A’masy mengatakan “Saya tahu Rasulullah juga
mengatakan”. “Maka Iblis memeluk anak buahnya itu” (HR. Muslim). Sahabat Jabir
juga mengatakan “Saya mendengar nabi saw bersabda”. “Sesungguhnya istana Iblis
berada diatas lautan, lalu ia menyebarkan pasukannya, kemudian mereka memfitnah
manusia, maka pasukan yang paling terhormat disisi iblis adalah mereka yang
paling sukses memfitnah manusia” (HR. Muslim).
Dari itulah, sebagai manusia dan selaku musuh iblis,
kehati-hatian seseorang harus diutamakan agar tidak terjebak oleh tipu daya
Iblis dan para pengikutnya, karna kelengahan itu adalah suatu kesempatan emas
bagi mereka untuk menjerumuskan seseorang ke lembah kesesatan. Semoga kita
tetap dalam lindungan Allah SWT dari goda-godaan Syaitan yang terkutuk, amin.